Jumat, 14 Oktober 2011

Cahaya di balik Gelap

Debur ombak beriringan
berlomba ketepian tak berujung
begitu indah dan bersahabat
walau kadang begitu ganas mematikan
batu karang hanya menatap tak bergeming
setia menemani bak sahabat sehidup semati

kasih sayang- NYA pasti datangnya
meski terasa begitu jauh
tak sampai sejauh tangan ini menggapai
ia kan tiba laksana kedipan mata
bila tiba saatnya...
seperti hawa yang diciptakan dari tulung rusuk adam
menemani menebar cinta dan warna kehidupan

wanita...
diciptakan dengan segudang keindahan
kelembutan merawat benih-benih kehidupan
begitu mudah mengais pahala
juga begitu mudah menuai dosa
senyumnya bagai oasis di padang pasir
tangisnya bisa meluluhkan pintu keangkuhan
restunya bisa membuka jalan ilalang berduri
doanya laksana pil penyembuh segala penyakit kehidupan
Surga berada di telapak kaki seorang wanita
ya seorang wanita..yaitu seorang ibu....

Rembulan ikut tersenyum
bintang senantiasa berkelip
angin membelai..membuai lembut
mengawal mimpi sang wanita
di ranjang malam yang bersahaja

wanita lembut bukanlah wanita lemah
yang bisa dipandang sebelah mata
diamnya adalah emas
goresan penanya bisa lebih tajam dari pedang sekalipun
seperti seorang KARTINI bangsa
yang berusaha menguak tabir kegelapan untuk wanita

bukankah engkau telah melihat
bahwa setelah malam puas dengan gelap gulitanya
maka fajar pagi pun akan datang
dengan sinar cahayanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar