Sabtu, 29 Oktober 2011

Surat seorang adik



Semakin lama kupendam rasa ini

semakin memberontak rindu dalam penjara hati

kurindukan celoteh dan senyummu

menghiasi hari-hariku seperti dulu



darahku mengalir ditubuhmu

begitu pula darahmu mengalir ditubuhku

karena kita adalah satu

hanya terpisah oleh raga dan waktu


aku tak mengerti

tentang semua misteri hidup ini

sesaat kita tertawa bersama

berbagi cerita baik cerita suka maupun duka

sesaat kemudian semua berubah

menjadi begitu berbeda seperti kau tak mengenaliku lagi


maafkan bila kubersalah

maafkan bila kutak dapat dipercaya

aku pasrah...

biarlah waktu yang akan berbicara


tapi aku tetap begitu mencintaimu

kuselalu berdoa yang terbaik untukmu

karena kau begitu dekat denganku

dari dulu hingga kini

bagiku...


bahagiamu adalah bahagiaku

kubalut tangis dalam senyumku

berusaha menapak jalan yang penuh liku

karena cintaku padamu takkan terhapus waktu


walaupun aku tak mengerti

tentang yang sesungguhnya terjadi

mungkin kini kauanggap aku hanyalah sebutir kerikil

yang menggangu langkah dan pandanganmu


tapi sungguh di hatiku cintaku padamu takkan berubah

biarlah kusimpan pedih dalam kotak hatiku

karena aku begitu mencintaimu

juga begitu menyayangimu

senyum sang bunda menguatkan aku

kelebat wajah sang bapak mengisi sukmaku


percayalah...aku akan selalu dapat kau andalkan

semampu dan sekuatku melangkah

walau aku hanya manusia biasa

kutunggu dan kunanti

sayang dan pelangi senyummu

mengisi hari-hariku

dan memberi warna dalam sepiku


Semua tertulis dari hati, didedikasikan untuk seorang adik yang begitu menanti , begitu merindukan kebersamaan dengan saudaranya..lebih tepatnya kakaknya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar